Komunikasi

KOMUNIKASI ISLAMI

  1. Pengertian Komunikasi Islami

Dalam Alquran banyak ditemukan beberapa perkataan yang menggambarkan kegiatan komunikasi, seperti perkataan Iqra’ / bacalah (QS 96:1), Balliqu / sampaikanlah (QS 5:57), Bassir / khabarkanlah (QS 4:138), Yaduna / menyeru (QS 3:104), Tawassu / berpesan-pesan (QS 103:3), Saalu / bertanya (QS 5:4), Qull / katakanlah (QS 40:66) dan Asma’u / dengarkanlah (QS 5:108).

Komunikasi Islam adalah sistem komunikasi umat Islam, lebih fokus pada sistem dengan latar belakang yang berdasarkan pada Alquran dan Hadist.

Komunikasi islami adalah suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari komunikator kepada komunikan dengan menggunakan prinsip dan kaedah komunikasi yang terdapat dalam Alquran dan Hadist. (Huasain et.al 1990:1)

Komunikasi islami adalah proses penyampaian pesan antara manusia yang didasarkan pada ajaran Islam. (A. Muis 2001:66)

Dari beberapa pengertian tersebut menunjukkan, bahwa komunikasi islami adalah cara berkomunikasi yang bersifat islami (tidak bertentangan dengan ajaran Islam). Dengan demikian terjadilah konvergensi (pertemuan) antara pengertian komunikasi Islam dengan komunikasi islami. boleh dikatakan, komunikasi islami adalah implementasi (cara melaksanakan) komunikasi Islam.

Perbedaan komunikasi Islami dan non Islami adalah, komunikasi islam mengutamakan nilai-nilai yang islami dan berpegang kepada alquran dan hadist. Sedangkan komunikasi non islam tidak melihat pada budaya dan akhlak asalkan tujuannya tercapai.

2. Bentuk-bentuk Komunikasi Islami

a. Komunikasi dengan Allah: Merupakan komunikasi yang paling tinggi derajat dan yang paling dalam amalan manusia, boleh dilakukan secara terus menerus (langsung). Bertujuan untuk mendekatkan diri manusia dengan Allah, memohon petujnjuk, bersyukur dan menyerah diri, seperti dengan membaca Alquran, sholat dan berdzikir.

b. Komunikasi dengan sesama manusia: Komuniasi dengan manusia boleh berlaku dalam bentuk yang luas mencakupi dalam berbagai aktivitas kehidupan manusia, seperti pendidikan, komunikasi dengan keluarga, komunikasi dalam pekerjaan, komunikasi dakwah dan sebagainya. Bisa dilakukan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, secara langsung maupun tidak langsung. Seperti dialog, ceramah, perundingan dan sebagainya.

c. Komunikasi dengan diri sendiri: Komunikasi diri sendiri dapat dilakukan melalui bercakap-cakap dengan diri sendiri, seperti melalui proses berfikir, muhasabah diri sendiri tentang amalan yang dilakukan, ibadah harian dan sebagainya. Komunikasi tersebut merupakan jenis komunikasi yang sangat dituntut oleh agama agar manusia selalu berhati-hati dan selalu menilai prestasi diri agar dapat memperbaiki amalan buruk manusia.

d.Komunikasi dengan alam sekitar: Komunikasi dengan alam sekitar, adalah perlu dilakukan oleh umat Islam sesuai dengan fungsi manusia menurut Islam sebagai khalifah di muka bumi ini. Alam sekitar bermaksud sesuatu yang berada disekitar kehidupan manusia, seperti hewan, tumbuhan dan sebagainya.

e.Komunikasi Islami dalam Konteks: Komunikasi sosial, Islam sangat menganjurkan untuk saling tolong menolong.

f. Komunikasi organisasional, Islam sangat menganjurkan untuk bersatu.

g. Komunikasi bisnis, Islam sangat menganjurkan agar pemeluknya mampu bersaing dalam kehidupan.

h. Komunikasi politik, Islam sangat menganjurkan agar Islam maju.

i. Komunikasi internasional, Islam sangat menganjurkan agar menjalin hubungan dengan bangsa lain.

j. Komunikasi antar budaya, Islam sangat menganjurkan menghargai pendapat orang lain.

k. Komunikasi pembangunan, Islam sangat menganjurkan manusia agar dapat membangun kehidupannya di dunia ini sebagai khalifah.

3. Etika Komunikasi Islami

a. Qaulan Ma’rufan adalah ungkapan yang baik dan pantas. Di dalam Alquran ungkapan qaulan ma’rufan ditemukan pada 4 tempat; QS 2:235, QS 4:5, QS 4:8 dan QS 23:32.

b. Qaulan Kariman adalah ungkapan yang mulia dengan penuh rasa hormat. Dalam Alquran hanya ada pada QS 17:23

c. Qaulan Maysuran adalah menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Dalam Alquran ada pada QS 17:28.

d. Qaulan Balighan adalah menggunakan kata-kata efektif yang langsung pada ide pokok. Dalam Alquran ada pada QS 4:63 dan QS 14:4.

e. Qaulan Layyinan adalah komunikasi yang lemah dan lembut. Dalam Alquran ada pada QS 20:44, QS 31:19, QS 4:148 dan QS 49:2.

f. Qaulan Sadida adalah perkataan yang memiliki kesesuaian antara yang diucapkan dengan yang ada dalam hati, tepat sasaran dan logis. Dalam Alquran ada pada QS 4:49 dan QS 23:70.

Komunikasi adalah salah satu kebutuhan manusia untuk menjalankan kehidupan di dunia ini sebagai khalifah yang telah diamanahkan oleh sang khaliq. Tanpa adanya komunikasi manusia tidak akan berkembang seperti yang kita rasakan sekarang ini. Komunikasi sudah terjadi sejak mulai Allah hendak menciptakan Adam, pada saat itu terjadi komunikasi antara Allah dengan para malaikat dalam surat Al-baqarah ayat 30-35.

Dari beberapa uraian diatas, seperti yang tercantum dalam surah An-Nur ayat 24, bahwa kesadaran setiap apa yang kita ucapkan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT di akhirat kelak. Dengan kesadaran tersebut, tentunya akan berfungsi sebagai pertama, alat kontrol setiap perkataan yang kita ucapkan. Kedua, belajar untuk melatih diri berkomunikasi dengan baik. Ketiga, memperkecil mudharat dari komunikasi negatif yang kita lakukan dan keempat berdoa agar terhindar dari ucapan yang buruk dan dosa-dosa lisan. Dengan demikian, dunia akan damai jika menerapkan komunikasi islami dengan baik dan benar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s