Retorika Dakwah

PENTINGNYA ILMU PENGETAHUAN

 Jika ingin bahagia jangan terlalu tergantung oleh dunia. Cinta dunia pangkal dari semua kesalahan, cinta dunia pangakal dari semua masalah, jangan taruh dunia dihatimu, tapi  taruhlah dunia ditanganmu. pada hakikatnya, dunia bukan milik kita, akan tetapi hanya milik Allah semata, seorang yang hidupnya hanya untuk Allah, maka dunia akan datang sendiri, contoh, para kyai yang memiliki mobil mewah tanpa harus bekerja keras, semakin tua semakin barokah, hidupnya tidak sengsara.

Pada fase kedua dakwah Rasulullah adalah membangun pertumbuhan politik yang di sebut political socity. rasulullah menghapus perbedaan ras, tidak ada pejabat dan rakyat, tidak ada kaya dan miskin, tidak ada kulit hitam dan kulit putih. Semua diikat dalam satu ukhuwah yang derajatnya sama.

Makhluk yang paling bersalah adalah setan, makhluk yang tidak pernah bersalah adalah malaikat, sedangkan manusia adalah diantara malaikat dan setan. Dosa pertama setan adalah diskriminasi (membeda-bedakan). ex, ada orang yang kadang bilang ‘kamu siapa? aku siapa? , berani kamu macem-macem dengan saya?’. itulah salah satu pancaran sikap setan  yang sombong, Rasulluh menghapus sombong.

Pada fase ketiga adalah Rasulullah melakukan perubahan sosial. Rasullulh ialah manusia, secara kurikulm desain, rasul itu sama seperti kita, nabi pernah makan, minum, tidur, nikah, dll. nabi saja pernah di hina oleh istrinya Khumairoh akantetapi nabi tetap tersenyum dan bersikap biasa saja, apalagi seorang RT yang dihina oleh istrinya juga jangan marah. perempuan adalah makhluk yang paling di utamakan oleh Allah. perempuan adalah sosok yang kuat, ex, seorang yang menjanda masih bisa menghidupi anak-anaknya. polisi kelihatan gagah hanya ketika kerja, ketika dirumah pasti takhluk dengan istrinya.

Perbedaan antara Rasul dengan manusia hanya sedikit, Rasul sedikit makan, manusia sedikit-sedikit makan, Rasul sedikit istighfar, manusia sedikit-sedikit istighfar dll. Rasul adalah manusia biasa yang sangat istimewa, beliau mampu memberikan keteladanan yang sangat prima. dalam waktu 23 tahun dua kota besar jahiliyah (Makkah dan Madinah) berubah menjadi pusat peradaban dunia. Suksesnya dakwah nabi karena penghormatan terhadap pluralitas. berbagai macam elemen masyarakat, etnis dan lembaga semua dirangkul dalam membentuk komunitas masyarakat madani.

Kemusian pada fase keempat adalah menjunjung tinggi hak asasi manusia, dengan mengembangkan ilmu pengetahuan. Nabi hijrah ke Madinah yang pertama kali dibangun adalah masjid dan lembaga pendidikan, masjid harus mengefektifkan kegiatan keIslaman dengan penuh, masjid diseluruh dunia adalah milik Allah, manusia hanya ditugaskan untuk menjaganya, masjid tidak boleh dipakai sebagai tempat selain kepentingan dengan Allah. semua yang dilakukan hanyalah karena Allah, itulah yang dinamakan ikhlas. meskipun Makkah ada Ka’bah yang menunjukkan symbol ibadah, akan tetapi Madinah symbol ilmu pengetahuan, ilmu lah yang lebih diutamakan, karena ibadah tanpa ilmu maka akan rusak.

Sebagai seorang muslim. kita semua harus prihatin, Indonesia mayoritas penduduk Islam akan tetapi objek wisata yang ramai adalah tempat bukan Islam, ex Borobudur dan Prambanan. Ilmu pengetahuan Indonesia masih kalah, orang luar negeri bisa menginjak bulan. kaum muslim malah melihat bulan untuk menandakan akhirnya bulan puasa. namun, Islam lah yang mempunyai konsep dasar tentang ilmu, dalam Alquran pun telah dijelaskan, yang artinya, orang berilmu dengan yang tidak berilmu itu sangat berbeda. ex, orang alim membaca quran hanya satu ayat lebih bermanfaat ketimbang orang bodoh yang membaca quran satu juz akan tetapi tiada guna. alquran memberi konsep tentang wahyu pertama iqro’ adalah pikir, bismirobbi’ adalah dzikir, pikir tnpa dzikir akan membawa bencana, dzikir tnpa pikir tiada guna. keduanya saling berhubungan, maka sumbernya ilmu pengetahuan adalah Al-Quran. dan ilmu paling penting karena ilmu adalah sarana menusia bisa terhubung oleh Allah, ilmu turun menjadi rasa, komunikasi ada 2 yaitu, rasional dan irrasional, komunikasi dengan Allah adalah salah satu bentuk komunikasi irrasional.

Jadi, kesatuan antara masjid dengan lembaga pendidikan sebagaimana yang dilakukan oleh rasul, ketika masuk ke Madinah pertama rasulullah mmbngun masjid kemudian mendirikan lembaga-lembaga pendidikan.

Setelah menyimak dari ceramah tersebut di atas, saya beranggapan bahwa materi yang disampaikan sudah menyeluruh dengan menggunakan berbagai contoh dalam kehidupan realita saat ini, akan tetapi isi yang disampaikan telah keluar dari permasalahan yang diangkat, materi inti kurang bisa dipahami oleh audience karena tidak bisa dikupas hingga akar-akarnya.

Dilihat dari cara penyampaiannya Da’I terhadap Mad’u kurang efektif, karena Da’I kurang bisa mengekspresikan isi dakwahnya dengan bahasa tubuh. raut wajah sang Da’I kelihatan judes, logat bahasa yang disampaikan keras dan kasar, akan tetapi audience bisa terhibur dengan kelucuan yang ditampilkan oleh Da’I, walaupun terkadang cara bicaranya sedikit terkesan menghina para audience.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s